Perempuan Seutuhnya

Kata seorang bijak yang biasa menjadi semboyan dan slogan yang umum diserukan “Wanita adalah Tiang Negara”, ungkapan dahulu yang benar adanya. Tapi  sayangnya, sebagian beranggapan bahwa itu hanya kebohongan belaka.  Semua itu hanya slogan masa lalu yang sudah tidak relevan lagi apabila diterapkan  dimasa sekarang ini adalah anggapan yang salah.  Kemajuan teknologi dan era yang semakin modern ini, bagaimana mungkin dapat direalisasikan secara optimal.

R.A Kartini yang dinobatkan sebagai pencetus Emansipasi Wanita di Indonesia. Wanita hebat yang terlahir berdarah nigrat dan jasa beliau terkenang sampai detik ini. Emansipasi Wanita yang diperjuangkan ialah kesetaraan laki-laki dan perempuan. Namun harus diingat bahwasannya wanita tetap saja wanita. Seseorang yang hebat yang dapat mempertahankan keutuhan dari dalam dan memperkokoh sebuah bangunan bukan hanya tampak indah dari dari luar semata.

Era modern seperti ini akan banyak terjadi penolakan pada wanita khususnya mereka yang mempunyai impian besar sebagai wanita karir masa kini. Jangan cepat menilai wanita, kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan sulit yang telah dilaluinya, sehingga mereka mampu bertahan sampai detik ini. Coba saling melihat diri masing-masing sudahkah berbuat sebagai kodrat perempuan seutuhnya.

Perempuan adalah sesuatu yang luar biasa yang ada didunia ini. Disatu sisi kehadirannya akan menciptakan keajaiban yang sangat mengagumkan bagi lingkungan disekitarnya. Disisi lainnya kehadirannya akan menjadi malapetaka yang sangat membahayakan lingkungan dimana ia berada. Membuka cakrawala dunia adalah sangat mudah bagi perempuan cukup saja menjalankan kewajiban sebagai perempuan secara totalitas.

Permisalan ini sangat nyata terlihat dalam kehidupan berumah tangga yang sering dikatakan sebagai satuan pemerintahan terkecil yang ada dinegara. Ibu yang dengan kelembutan dan kasih sayangnya yang begitu mendalam mampu mengendalikan emosional semua orang yang didalamnya. Tugasnya yang begitu banyak tak pernah membuatnya untuk berfikir berhenti menjadi ibu rumah tangga. Pekerjaan mulia ini ia emban penuh suka rela menerima semua keluh kesah anggota keluarga walaupun sering kali protesnya urung untuk ia ungkapkan kepada anggota keluarga lainnya. Begitulah ia selalu siap siaga kapanpun diperlukan. Namun perlu diingat terkadang ada saja yang mencibir dan memandang rendah keberadaannya. Mereka beranggapan tak ada jasa yang berarti dari seorang ibu rumah tangga hanya karena ia tak menghasilkan pundi –pundi rupiah saja.

Keadaan sekarang yang mengatas namakan EMANSIPASI WANITA menuntut kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan yang sungguh sudah diluar batasannya. Mereka yang mengatas namakan kebebasan bagi wanita hanya melakukan hal sebaliknya; menghendaki keburukan dan menjerumuskan wanita ketempat yang tidak seharusnya. Lantas, rule model seperti apa yang ingin kepada khalayak ramai tentang memaknai emansipasi wanita sebenarnya.

#30dwcjilid5#day13#squad2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.