Gelar Kemiskinan

Kehidupan di Negara Indonesia  yang semakin maju dan perkembang perlu didukung dengan tatanan kehidupann yang berkesesuaian dengan kebutuhan masyarakat. Sistem pemerintahan yang berjalan baik dengan banyaknya program yang diluncurkan untuk membantu serta meringankan kesulitan yang dihadapi oleh sebagian masyarakat. Hal itu mendapat respon yang baik oleh masyarakat luas, tentunya hal ini sangat baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang berpenghasilan rendah. Program-program yang ada akan memiliki masa berlaku yang tidak abadi, artinya hal tersebut memiliki batasan waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah dengan program kerja yang telah disepakati bersama.

Program pro rakyat miskin atau tidak mampu ini kerap kali disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Namun kenyataan yang sering ditemui dilapang berbeda jauh dari harapan atau tujuan yang ingin dicapai. Perbedaan pandangan mengenai sasaran yang seharusnya dicapai oleh pemerintah dan rakyat yang menerima sering menimbulkan gesekan-gesekan yang kurang diharapkan. Problematika yang mencuat dimasyarakat akan menimbulkan antara masyarakat dan pemerintah setempat atau biasa disebut aparatur kelurahan.

Permasalahan-permasalahan yang ada sebenarnya mempunyai penyelesaian yang sederhana namun menjadi rumit karena banyaknya masyarakat yang tak sadar diri, bahwa sesengguhnya  mereka orang yang berada. Penjalasan secara verbal yang telah disampaikan oleh pihak pegawai kecamatan setempat tetap tak bisa membuat masyarakat menerima bahwa meraka adalah orang-orang yang tak berhak mendapat bantuan pemerintah. Pola pikir yang memang sangat perlu untuk diedukasi bawasannya program pemerintah untuk mennyejahterakan rakyat miskin bukan disalah gunakan. Lucunya negeri ini berebut gelar KEMISKINAN hanya untuk mendapat sedikit pundi-pundi rupiah tanpa harus bekerja keras.

Tak sadarkah mereka bahwasannya mereka memberikan contoh yang kurang baik bagi anak cucu mereka. Doa yang secara tak sengaja mereka panjatkan demi mendapat gelar sebagai orang miskin. Bersedihkah mereka kelak apabila mereka benar-benar miskin dan seluruh harta mereka menjadi habis tak bersisa akibat ulah mereka sendiri. Bukankah setiap perkataaan adalah doa yang lambat laun menjadi semakin nyata. Kemajuan sebuah Negara atau sistem pemerintahan yang baik tidak akan menjadi maksimal apabila tak didukung dengan sumber daya manusia yang baik pula. Keberhasilan suatu program yang ada tak akan memjadi sukses besar bila manusianya tak mau diajak bekerja sama dengan baik. Pemerintahan ini bukan pekerjaan yang bisa dikerjakan secara mandiri tetapi perlu kerja sama tim yang baik dari hulu ke hilir. Sebab tak mungkin akan mencapai tujuan yang diharapkan apabila pondasinya saja rapuh dan tak bisa menjadi kokoh.

#30dwcjilid5#day18#squad2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.