Hijrah Outside and Inside

PART 2

Pertanyaan pada diri sendiri sering muncul,

 “Alangkah lemahnya ya Allah iman yang ku punya ini? Hanya dapat meningkari dalam hati tanpa berani bertindak.”

Sesal bertubi – tubi sering menghampiri kala saya hanya dapat menjadi penonton dapat mencegah agar kemungkaran itu tidak terjadi. Apalah daya belum berani layaknya yang jauh lebih lama mengamalkan ISLAM seutuhnya sesuai Al-Qur’an dan Hadist.

                Bermula dari sebuah keinginan menjelang wisuda kala itu, saat yang lain sibuk beramai cari model jilbabnya akan diaplikasikan dengan gaya kekinian nan modis. Terpikir dalam hati,” Nanti modelnya yang simple aja tapi elegan, gak bakalan betah kalo mau ribet-ribet. “ Disamping itu tuntutan kerja yang tak bisa meliburkan diri dan sampai – sampai tak sempat untuk sekedar membuat persiapan untuk wisuda. Maklum saja jarak antara Jakarta – Bogor cukup memakan waktu yang tidak sebentar. Waktu wisuda yang sudah tinggal menghitung hari berbanding terbalik dengan pekerjaan yang kian hari makin bertambah. Untungnya, sebelum perjanjian kontrak kerja pihak perusahaan sudah mengetahui bahwa pada bulan November 2014 saya akan melangsungkan perhelatan wisuda setelah menyelesaikan pendidikan pada bangku kuliah. Hari yang diwisuda pun tiba saya bersama teman – teman seperjuangan akhirnya merasakan bagaimana memakai toga. Seperti pidato Rektor kami bahwasannya setalah menyandang gelar sarjana muda, tanggung jawab yang diemban lebih besar dibandingkan menjadi seorang mahasiswa,  jangan sampai kalian para fresh graduate menambah daftar panjang PENGANGGURAN yang ada di Indonesia ini. Gelar yang sudah didapat ini bukan hanya menjadi hiasan saja dibelakang nama, namun benar – benar dapat bermanfaat dimana pun kalian kelak bermukim. Retorika yang sangat singkat, pada tanpa bertele – tele, kami pun para pendengarnya seketika memiliki rasa yng bercampur aduk antara senang, haru, sedih, bahagia, galau semua melebur menjadi satu dalam jiwa dan raga kami. Hari itu dimana para wanita cantik – cantik jelita dan para lelaki tampan – tampan maksimal, ini seh kata mereka yang tetiba bak seperti artis dalam sehari jadi aura positif dalam diri mereka menjadi memancarkan sinarnya.(maaf agak berlebihan)

Hari –hari setelah wisuda kian berlalu dan waktu tak pernah menunggu, bagaimana pun keadaan yang terjadi tetap saja bekerja sebagaimana mestinya. Apabila ada yang bertanya,

“ Kenapa mau pake jilbab lebar, memangnya tidak merasa  gerah,ribet ataupun risih?”

“Pake jilbab panjang gitu nanti mah gak bisa modis lagi loh, mengikuti tren yang sedang booming. Udah siap kal dianggap paling kudet?”

“Itu gak sekalian aja pake atasannya mukena bair makin panjang.” (Ini sebenarnya bukan mendukung tapi menyindir secara halus.)

Itu aja baru dalam hitungan hari berubah penampilan (inget ya  berubah nya bukan jadi power rangers ya) mencoba menutup aurat secara sempurna. Sebenarnya jika ditanya apa alasannya untuk bisa menggenakan jilbab lebar, karena keingingan yang kuat dan Allah kuatkan serta teguhkan hatiku ini untuk menjalankan apa yang menjadi kewajiban seseorang perempuan yang sudah baligh. Nikmat yang sangat berlimpah sehingga Allah gerakkan diri hamba yang masih bersimbah dosa ini untuk dapat mulai menapakan langkah menuju pintu hidayah. Perjalanan untuk benar – benar memantapkan hati bahwa keputusan yang diambil melalui setahap demi setahap bukan perubahan sekejap mata.

#30dayswritingchallenge #day12 #squad1 #part2 #tobecontinue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.