Hijrah Outside and Inside

Part 11

Godaan terbesar yang kurasakan selama ini justru datang dari bayang – bayang masa lalu yang pernah ada kaitannya dengan diriku. Biar bagaimanapun jua orang – orang yang ada disekitarku juga ambil bagiain dalam terus menjaga keistiqomahan hijrah ini atau malah sebaliknya. Sebagian ada yang berujar seolah mencemooh dan lambat laun menjauh. Satu per satu teman – teman yang ada banyak yang mulai menjauh (Padahal mah temennya secuil doang saya mah). Pesan yang paling saya ingat ketika seseorang hijrah adalah menasehati jangan mencaci dan menganyomi jangan menghardik, seuntai kata yang masih terngiang jelas ditelingaku. Harus siap menerima segala kritik dan saran dari semua elemen dan kalangan. Dari mereka saya juga belajar banyak hal, bermasyarakat secara syar’i membuat derap langkah kaki menjadi tangguh dan pasti. Tak perduli berapa banyak rintangan yang ada bukan untuk dicaci atau hanya disesali, tapi terus bangkit menopang diriku ini, dengan langkah sejuta asa menggapai ridho Ilahi Rabbi.

Duhai masa laluku segala jejak  rekam dan yang pernah terabadikan. Cukuplah hanya dalam genggaman tangan kalian saja (orang-orang yang pernah tahu saja). Tak  perlu kau penuhi laman-laman akun media sosialmu mengenai hal –hal yang dahulu pernah aku, kau, mereka, kalian, atau siapapun itu. Permohonan maaf saja atas banyak kekhilafan dan kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu. Cukuplah masa lalu menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Maaf jika diriku ini kala itu tak sepenuhnya menjadi teman yang baik. Model pertemanan yang bermacam – macam seperti, teman tertawa, teman seperjuangan, teman organisasi, teman kelas, teman makan teman (ini mah parah pake banget), teman main, teman seutuhnya dan masih banyak lagi jenis – jenis teman yang tak bisa saya sebutkan satu persatu disini.

Masa lalu bagai kisah lama yang tak perlu untuk diangkat kembali ceritanya dan disebar luaskan kekhalayak ramai. Masing – masing individu sudah barang tentu memiliki segudang masa lalu dan secerca masa depan yang bersinar. Membawa kembali sepotong kisah masa lalu yang pernah terjadi kepermukaan, akan membuat banyak kesalah pahaman. Setiap gambar yang ada akan timbul perbedaan pendapat bagi siapa saja yang melihatnya. Berjuta manusia akan berjuta pula pemikirannya, sejatinya apa yang orang pikirkan tak bisa kita halangi. Ada baiknya jika kita tak perlu mengungkit kembali kisah yang pernahterjadi, cukup tersimpan rapi dalam memori. Sesekali tersenyum bila bertemu mereka – mereka dikemudian hari.

#30dayswritingchallenge #day21 #squad2 #tobecontinue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.