Hijrah Outside and Inside

Part 8

Seminarpun dimulai kami berdua saling tatap sambil menyantap segala sajian yang mereka hidangkan. Kamipun sudah tidak terlalu bersemangat lagi untuk mengikuti event itu dengan seluruh jiwa dan raga yang ada. Seminar oh seminar judulmu membuatku salah membayangkan dan berimajinasi. Namun ditengah berlansungnya seminar tersebut ada pernyataan yang menarik dan patut direnungi untuk menjadikan pembelajaran khususnya umat muslim perempuan. Mulanya sesi tanya jawab ini membahas tentang keborosan yang banyak melanda khususnya kaum hawa. Kata yang begitu teringat , “Mba gak ribet ya itu kalo pake jilbab gede kayak gitu?” ujar salah satu pengisi seminar.

“InsyaAllah gak mba, adem malah.” Balasku seraya tersenyum

“Kita balik lagi pembahasan kita ini sesi curhatnya, curahkan saja segala persoalannya kepada kami (tim seminar), kita bahas bersama problem solvingnya.” Jelas mba mentoring grup A

Saya termasuk kedalam salah satu grup A yang dipimpin oleh satu mentoring dari tim seminar.

“ Untuk semua para cewek terlebih yang tinggal di ibukota, pasti dong mengikuti life style yang ada di ibukota. Selain itu sebelum mengikuti semua tren yang sedang berkembang, jangan lupa untuk menyadari kemampuann diri kita sendiri. Misalnya banyak temannya yang selalu saja update and upgrade model HP keluaran terbaru. Mereka melakukan itu semua karena mereka memupuni jangan dipaksakan pada diri kita. Karena apabila tetap dilakukan akan menyusahkan diri sendiri dikemudian hari.”

“ saya kasih contoh ke temen –temen semua, temen saya itu berjilbab terus dia kalo mau beli pakaian itu boros banget, karena apa ada yang tau?”

Kamipun menggelengkan kepala secara bersamaan.

“Sederhananya gini aja, dia kan kalo beli baju baru otomatis dong beli bawahannya juga (temennya ini biasanya bawahannya celana) pasti beli jilbab juga, tas dan sepatunya. Semuanya itukan jadi membuat pengeluarannya jadi membengkak.”

“Kalo saya kan gak usah terlalu banyak cuman beli atasan dan bawahan udah selesai .” sambung mentor

“Itu kenapa yang dicontohin ama mentoringnya harus orang yang berjilbab coba, kan yang lain bisa?” tanyaku dalam hati

Sementara yang lain mengangguk tanda setuju aku hanya terdiam sambil mikir ini maksudnya apa. Masih menelaah dan tidak mengerti arah pembicaraannya kemana. Kegiatan semacam ini yang ku kira menambah kadar keimanan malah sebaliknya. Keyakinan dan visi misi kehidupan yang berbeda membuat seminar ini tak sejalan dengan yang aku harapkan. Kupikir akan bertemu banyak hijabers yang akan memberikan banyak pengalaman sebagai guru yang berharga. Pembelajaran untuk yang akan datang jika akan mengikuti seminar atau acara apapun juga, sangat penting untuk mengetahui informasi secara lengkap dan mendetail.

#30dayswritingchallenge #day18 #squad1 #tobecontinue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.