Hijrah Outside and Inside

Part 10

Proses hijrah yang sedang kujalani mulanya belum diketahui oleh keluargaku terutama orang tua ku sendiri. Hidup merantau jauh dari keluarga membuat mereka belum kuberi tahu, biarlah nanti jika aku sudah pulang kampung dengan sendirinya mereka akan tahu perubahan yang terjadi pada diriku. Tak dapat ku bayangkan entah apa yang ada dipikiran meraka kelak saat melihat ku seperti ini. Apapun itu setiap keputusan akan ada akibat yang terjadi baik itu terasa menyulitkan atau menyenangkan hati. Diperlukan ilmu yang banyak agar dapat menghadapi segala badai yang datang, berbekal tahu saja tidak cukup harus adanya pengokohan iman untuk benar – benar dapat mengaplikasikan agama islam secara menyeluruh. Terus membekali ilmu untk menompang hijrah yang kujalani seperti, menonton kajian – kajian, video – video, membaca Al-Qur’an dengan artinya serta lainnya. Kemudahan yang ditawarkan pada masa ini membuat belajar agama menjadi menyenangkan informasi yangn lengkap dapat diketahui dengan cepat. Belajar agama tidak bisa otodidak seperti ilmu –ilmu dunia perlu belajar langsung pada ahlinya bukan sekedar kepada mbah google semata. Biar bagaimana pun jua kecanggihan mesin yang ada butuh manusia agar menjadi lebih baik lagi.

Seperti kata bijak berkata, “ Kejarlah akhiratmu maka dunia mengikutimu jangan kau kejar duniamu kelak akhirat meninggalkanmu.” Hanya mengumandangkan kalimat SABAR saja tidak cukup, butuh tantangan untuk membuktikan bahwa kalimat sabar itu benar – benar. Adapun dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda : “Jadilah engkau di dunia ini seakan – akan bagai orang asing atau pengembara”. Ibnu Umar berkata : “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu”. (HR. Al-Bukhari, lihat Al Fath I/223)

Membaca Al-Qur’an saja tidak cukup perlu diimbangi dengan menelah asbabun nuzul ayat tersebut. Bahasa kalam Ilahi Rabb yang sangat apik nan luar biasa, teguran – teguran yang Allah berikan kepada hamba – hambanya menggunakan bahasa yang sangat halus. Bahkan ada saja segelintir hamba yang tak mengerti arti tafsiran dari-Nya. Seolah aku malu kepada Rabb Pencipta Alam Semesta ini lagi, lagi dan lagi selalu saja aku dimaafkan oleh-Nya, walau berkali – kali membuat kesalahan tak pernah surut karunia Allah kepadaku. Seorang hamba yang masih harus banyak belajar dan menela’ah segala yang berhubungan dengan syari’at Islam. Sekedar KATANYA saja itu tidak baik karena dapat menimbulkan arti yang bias dan membuat orang lain menjadi salah paham.

#30dayswritingchallenge #day20 #squad1 #tobecontinue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.