Hijrah Outside and Inside

Part 12

Seiring berjalannya waktu proses hijrah ini banyak menemui berbagai hal yang bagi saya pribadi luar biasa, bahkan tak pernah terpikir sebelumnya. Kejadian –kejadian yang mungkin tak akan saya temui ketika  tidak berbalik arah menuju jalan hijrah. Rasa syukur yang dirasa kian tumbuh berkembang seolah ini cara Sang Khalik untuk mengajari bahwa keterpurukan atau kegagalan yang terjadi bukan karena Allah tidak perduli dengan hambaNya. Kegagalan bukanlah hal yang buruk atau akhir dari segalanya, melainkan permulaan untuk perubahan yang lebih baik. Tinggal digemerlap segala yang ada di Ibukota adalah hal yang tak pernah terbesitkan. Namun, pada kenyataanya Jakarta memberikan warnanya sendiri pada saya. Kota yang memiliki daya tarik yang luar biasa bahkan menjadi mimpi sebagian umat masyarakat Indonesia untuk dapat berkunjung kesana. Kota yang asing bagiku memberi berjuta pelajaran tentang arti kehidupan dengan atmosfer yang berbeda. Bertemu banyak orang dan mengenal banyak hal membuat segalanya menjadi lebih berwarna. Arti perjuangan hidup yang amat sungguh butuh banyak perjuangan agar kebahagian yang hakiki tercapai. Kesuksesan adalah katatyang ingin dicapai dalam kehidupan. Hijrah yang sedang berlangsung merupakan salah satu dari bentuk kesuksesan. Semua itu tak akan mungkin tercapai tanpa adanya kepedihan yang juga menyertainya. Jalanan tanpa hambatan bagai makanan yang rasanya hambar.

Perjalanan hijrah setiap orang  itu berbeda, hanya satu kesamaan yang dimiliki untuk menggapai ridho Ilahi Rabb. Kemauan keras dalam diri saya untuk dapat menerapkan ilmu agama Islam dapat dikatakan terlambat  dibandingkan dengan teman – teman semua yang lebih dulu menerapkannya. Umur yang sudah memasuki kepala dua bukanlah sesuatu yang bercanda. Rasa malu kerap muncul kepada Sang Pencipta, masih saja membimbing hambaNya ini sehingga hidayah Allah berikan padaku. Kerap kecewa yang pernah kulakukan dahulu tak membuat Allah mengacuhkanku. Tak banyak kata yang dapat terurai bahkan hanya do’a yang dipanjatkan lagi dan lagi. Pelajaran yang banyak sekali kudapat selam perjalanan hijrah ini, salah satunya belajar bagaimana meletakkan kebahagian yang berpegang teguh hanya kepada Allah semata. Maksudnya seperti apa KEBAHAGIAN yang  itu ? jadi selama ini dalam pandangan duniawi bahagia itu, jika memiliki mobil, rumah mewah atau macam – macam harta yang ada di dunia ini.

#30dayswritingchallenge #day22 #squad1 #tobecontinue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.