Hijrah Outside and Inside

Part 17 

​Sepotong kisah perjalanan hijrah yang belum selesai, sungguh perjuangan itu tiada pernah berakhir. Ketika penderitaan berakhir akan muncul episode baru yang siap dengan jalan ceritanya sendiri. Perjalanan hijrah yang masih jauh dari kata CUKUP. Proses yang dijalani selama ini bukan petaka yang dihadapi. Banyak yang beranggapan bahwa jika seseorang menjadi hamba yang taat akan Penciptanya dia akan kesulitan di dunia nan fana ini. Pernah banget pasti dengar perkataan seperti ini, “ HELLO !! hari gini mau cari yang sesuai syariat (red : halal lagi baik) susahnya pake banget. Lah orang cari harta haram aja susah, kamu lagi mau sok suci.” Hati ini berasa nelangsa entah kemana.

Kesulitan memang akan terus menerus dihadapi namanya juga kehidupan jika terhenti maka berhenti pula hidup ini. Setiap fase kehidupan pasti memiliki keunikan cobaannya masing –masing sama halnya seperti ujian untuk mendapat gelar doktor setelah sampai ketahap ujian tersulit dan dinyatakan lulus. Gelar tersebut hanyalah dimiliki orang beberapa orang dan itupun biasanya hanya hitungan jari saja.  Pasti inget dengan hal ini badai pasti berlalu, itu benar jikak setiap permasalahan yang ada bukan sekedar diratapi tetapi dihadapi.

Anehnya zaman yang disebut kekinian rela bertaruh harkat dan martabat hanya untuk menjadi pejuang duniawi belaka. Rela membayar mahal untuk menjadi seorang ahli dibidangnya. Seperti dokter, apoteker, chef dan masih banyak lainnya. Lalu bagaimana dengan urusan akhiratmu sudahkah mengkhawatirkannya. Jika waktu tak bisa berulang penyesalan sudah tak ada artinya lagi. Banyak orangtua yang merasa gelisah jika anaknya tak bisa sukses menurut kaca mata DUNIA saja. Namun tak sedikitpun khawatir dan perduli akan urusan akhirat anak – anaknya.

Ini sifatnya hanya himbaun untuk semua umat islam dibelahan dunia manapun dan terkhusus untuk keluarga, second family , teman, sahabat, serta orang –orang yang disayangi mari kita bersama bukan hanya di dunia saja tetapi sampai akhir dan diakhirat pula. Apa kalian tak sedih jika kita semua dapat bercanda tawa dan bersama di dunia yang fana ini. Tidakkah hati ini sedih ketika kelak di akhirat dimana hokum Allah adlah sebuah kepastian yang tak dapat disanggah. Kita semua terpisah ditempat yang berbeda. Sungguh jauh memang berharap syurgaNya, tetapi setidaknya kita semua sudah berusaha dengan seluruh jiwa raga dan segala upaya yang kita punya, hingga taka da lagi kata menyesal.

Keep Fighting dan Keep Istiqomah siapapun saudara seiman yang sedang berusaha keras memperjuangkan agama Islam, InsyaAllah akan selalu Allah beri pertolongan. Karena agar benar – benar yakin bahwasannya Allah itu ada butuh proses yang tak sebentar. Selalu kuat dan bangkit kembali, karena Allah selalu bersama hamba –hambaNya.

Proses yang tidak mudah ketika sudah hijrah masih ada tahapan untuk memperkaya ilmu dan menerapkannya. Jangan hanya pakain syar’inya saja yang diperbanyak namun minim amalan dan ilmu. Tetapi terus perbanyak dan perkaya ilmu agamanya lalu terapkan. Mereka berkata beragama secara baik dan benar itu teroris karena mungkin mereka itu belum pernah bertemu. Hanya asas praduga saja dan menerka-nerka.

Jangan terpuruk walau termasuk dari bagian segelintir saja. Sejatinya Allah tanpa hambaNya tetap saja Esa. Namun sebaliknya hamba Allah tanpa Penciptanya bukan apa-apa.

#30dayswritingchallenge #squad1 #day28 #theend 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.