HAPPY ENGLISH (PRIOR 2)

Hari ini akan terasa berbeda dari hari-hari yang telah kulalui. Bukan lagi angkot dan commuter line (CL) yang saya tunggu, atau berebut oksigen didalam CL yang penuh sesak. Sekarang waktunya bersiap – siap karena kendaraan online yang saya pesan sebentar lagi akan datang. Sembari menunggu driver tiba tak lupa saya berpamitan dengan teman-teman satu kosan  dan pemilik tempat kos dimana saya bermukim selama di Jakarta. Kesedihanpun kembali membuncah ketika driver tepat didepan tempat saya menyewa.

Langkah yang semakin berat melihat kesedihan diwajah mereka semua. Sepanjang perjalanan menuju Stasiun Pasar Senen, perjalanan ini benar – benar kunikmati. Kemacetan yang sering dikeluhkan sebab hampir sepanjang hari terjebak kemacetan lalu lintas. Namun kali ini berbeda saya begitu menikmati denga kemacetan yang menjemukan ini. Sesekali saya tersenyum sekedar memngusir kebosanan dalam kemacetan. Selain itu, kemacetan membuat perjalanan menjadi lebih lama.

Jam sudah menunjukan pukul 14.30 wib, ketika saya samapi di Stasiun Pasar Senen. Sebab keberangkatantan kereta masih satu jam kemudian. Tetapi antrian penumpang sudah ramai saja. Beberapa kereta sudah melaju menuju kota tujuannya masing-masing. Wah saya serasa merasakan atmosfer yang berbeda, memulai petualangan baru. Hello Pare I am coming!. Lama perjalanan yang ditempuh selama 14 jam tak membuat saya merasa bosan diperjalanan. Wajar saja karena sepanjang perjalanan saya habiskan untuk memejamkan mati selepas solat isya. Sesekali dibeberapa pemberhentian stasiun saya terbangun untuk melihat keadaan sekitar.

Pagi pun menjelang akhir sampai juga di Stasiun Kediri (ini merupakan stasiun pemberhentian terakhir).  Penumpang yang tak banyak tersisa menandakan sebagian besar orang-orang yang datang kesini memiliki tujuan untuk ke Pare ( lebih mendalami bahasa Inggris tentunya). Rata – rata yang turun dari kereta bersama saya para anak muda usia sekolah. Setalah cukup lama berdiam di kereta saya langsung mencari kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri. Pertama kali keluar stasiun Cuma bisa bingung karena tak tahu harus berbuat apa.

Ini pertama kalinya saya ke Kediri benar-benar tak mengerti bagaimana akses menuju Pare. Sebelum meninggalkan stasiun sya sarapan terlebih dahulu mengisi perut yang sudah meronta-ronta. Travel, ojeg, becak yang berjejeran sangat berisik berebut penumpang. Koper besar yang kubawa ternyata cukup menyita waktu dan menguras energi. Berjalan menelusuri jalanan Kota Kediri sambil menunggu angkot yang sudah mulai beroperasi. Peminat masyarakat disini tak terlalu ramai, karena mereka lebih memilih menggunakan sepada motor.

 

#30DWCJILID8

#SQUAD4

#DAY2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.