Young Merriage

 

Persiapan pernikahan

Kapan menikah? Kata lumrah ditanyakan pada kuwala muda yang sudah menginjak umur kepala dua. Biasanya pada bulan-bulan tertentu (musim acara resepsi nikahan) pertanyaan semacam ini akan bertubi-tubi menyerang. Oh tidaaaaak! Sabar dulu sebenarnya ini semua bukan hal yang sangat mengerikan, hanya saja perlu dihadapi dengan ketegaran hati yang mendalam. Persiapakan segala sesuatunya agar siaga dan tak hilang arah.

Menikah adalah impian setiap insan tentunya. Pelaksanaannya yang sakral tak bisa dilakukan secara asal-asalan. Butuh persiapan yang matang dan terarah agar pada saat harinya tiba insyaaAllah semua berjalan lancar (aamiin). Lalu apa saja yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan?. Tentunya sangat banyak. Bukan hanya sekedar harta tapi ilmu maupun emosiaonal.

Pastinya penerbitan buku pernikahan tidak bisa sacara solo karir, namun harus berdua dan juga berlainan jenis. Penting untuk menyamakan visi dan misi serta meluruskan niatan untuk melangsungkan pernikahan baik itu WAH ataupun SAH. Materi memang perlu diupayakan karena dalam pernikahan diwajibkan memberi mahar bagi pihak laki –laki. Disamping itu sangat penting untuk memprioritaskan pengetahuan –pegetahuan tentang pernikahan seperti yang tercantum dalam buku-buku fiqih tentang bab pernikahan.

Penikahan WAH sebagaimana yang umum terjadi, adanya resepsi dan pesta setelah berlangsungnya akad yang diucapkan mempelai pria. Acara ini biasanya banyak melibatkan berbagai pihak mulai dari kerabat hingga event organizer. Tidak ada tolak ukur yang mutlak hanya saja standar yang ada tergantung kesanggupan biaya yang mereka keluarga. Jadi antara satu dan lainnya akan berbeda.

Persiapan untuk pernikahan WAH cukup menyita biaya, tenaga dan waktu yang akan tercurahkan seluruhnya sebelum atau sesudah acara berlangsung. Hal yang pertama menjadi patokan adalah berapa biaya secara keselurahan yang akan dikeluarkan. Pada perhitungan biaya ini akan terdapat dua perhitungan yaitu awal dan akhir. Bagi sebagian yang memiliki modal sangat memupuni diawal hal ini tidak menjadi polemik yang begitu menyanyat hati. Pasalnya sebagian kaum lelaki merasa menjadi sangat khawatir apabila nominal tidak sesuai yang pihak wanita harapkan.

Kegelisahan semacam ini akan dialami sebagian muda-mudi yang akan melangsungkan pernikahan namun berbenturan dengan biaya selangit. Belum lagi musyawarah yang dilakukan kedua belah pihak baik laki-laki ataupun perempuan. Jajaran keluarga kedua belah pihak akan menghasilkan banyak pendapat yang beragam. Manejemen emosional sangat diperlukan pada situasi seperti ini. Jika semua mengedepankan ego masing-masing bisa saja terjadi letupan-letupan yang cukup membuat hati lelah.

Sebelum akhirnya mencapai kemufakatan bersama aka ada persiapan tahap selanjutnya. Tahap demi tahap dalam persiapan pernikahan yang terus berlanjut. Persiapan tenaga serta pengecekan ulang apa saja yang sudah dan perlu diperbaharui kembali. Pengecekan dilakukan unutk memastikan semua dapat tersedia sebelum hari H dilaksanakan.

Kedua mempelai biasa pada pernikahan ini akan lebih terfokus pada pelaksanaan menjadi raja dan ratu sehari. Masalah-masalah yang timbul juga biasa bervariatif, dari mulai fitting baju sampai berlengkapan apa saja yang akan beli untuk seserahan atau semacamnya. Keinginan dan pemikiran yang berbeda kadang bisa menjadi sumber masalah yang klasik. Walau sebenarnya ini dapat dicegah dengan tidak mengedepankan ego masing-masing.

 

#30DWCJilid8 #Day7 #Squad4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.