Young Marriage

Persiapan Pernikahan (5)

Sepenggal nasehat pernikahan yang biasa disampaikan dalam seminar pranikah di KUA. Narasumber akan menanyakan beberapa hal kepada mempelai baik pria maupun wanita. Beberapa pertanyaan yang terlontar:

  1. Apakah pekerjaan pada saat ini?
  2. Insyaa Allah kalian berdua sebentar lagi akan menuju ikatan halal lagi baik, Apakah sudah hafal dan mengerti Alfatihah?
  3. Apakah sudah benar – benar tahu bagaimana gambar dalam mengarungi bahtera rumah tangga?

Tiga pertanyaan utama yang sering dipertanyakan dan apa saja alasan kuat dibalik pertanyaan –pertanyaan tersebut.

  1. Mengapa mempertanyakan pekerjaan, biasanya pertanyaan ini ditanyakan terhadap pihak pria terlebih dahulu. Tanggung jawab seorang yang sudah menjadi suami akan menanggung biaya yang selama berumah tangga seperti istri dan anak-anakya kelak. Kehidupan rumah tangga perlu dilestarikan tidak hanya bermodalkan cinta semata. Perlunya biaya untuk keberlangsungan hidup yag dijalani. Masalahnya bukan siapa yang paling kaya dia paling bahagia. Hal yang sederhana sekali, hanya perlu bersyukur sebanyak-banyaknya bukan sekedar dibibir saja amun juga melalui perbuatan.
  2. Lah ini kok ditanyain surat Alfatihah segala ya bu, kami kan kesini mau menikah. Lalu apa hubungannya. Relevan sekali sebenarnya pertanyaan ini. Alfatihah adalah surat pembuka dalam alquran merupakan inti sari dari alquran secara keseluruhan. Jika dalam ilmu penulisan ilmiah ibarat ringkasan yang menggambarkan tulisan ilmiah keseluruhan dalam karya tersebut. Bukankan alquran sebagai landasan dan pedoman kehidupan umat manusia dimana segala isi yang terkandung dalam alquran selalu relevan dari masa ke masa. Tanpa perlu diperbaharui terus menerus.
  3. Narasumber biasanya kan mengibaratkan sebuah pernikahan layaknya seseorang yang sedang mendaki gunung. Manakala gunung atau puncak gunung itu begitu indah bila dipandang dari kejauhan. Namun bila seseorang sudah mulai memasuki medan menuju puncak gunung itu, akan ditemui berbagai hambatan. Seperti banyaknya kerikil yang ada, medan yang sulit dilalui dikala hujan. Bila malam menjelang aka nada kekhawtiran akan binatang –binatang buas yang tinggal didalam hutan. Begitu juga denga biduk rumah tangga awal –awal pernikahan akan terasa indah namun lama kelamaan setelah tinggal bersama akan menemui gesekan gesekan yang berbeda dari apa yang sudah dibayangkan sebelumnya.

#30DWCJilid8 #Day11 #Squad4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.