PERJALANAN MIMPI

#OWOP1 #WifiBogor
Waktu yang terus berjalan tanpa pernah ada kompromi. Hiruk pikuk yang terjadi tak akan mengurangi esensinya untuk terus berajalan maju. Tak peduli dengan gonjang-ganjing yang sedang berlangsung. Bukan bersikap acuh tak acuh, namun sudah menjadi sifat kauniyahnya untuk terus berpacu maju.

Begitupun dengan mimpi yang ada pada setiap insan yang sedang menunggu dunia. Saling berlomba untuk menjadi pejuang kebaikan. Tentunya juga dengan cara – cara yang tidak merugikan siapapun. Mimpi yang besar dan idealis sangat bagus apabila diimbangi dengan usaha yang realistis. Jika hanya mimpi tanpa aksi, apakah tak serupa dengan yang sering disebut Angan Belaka.

Ungkapan yang sering terdengar, “Yaelah kalo mimpi gak usah ketinggian, ntar kalo jatuh sakit loh”. Jika mendengar perkataan seperti itu dalam suasana hati yang sedang baik, maka respon yang timbul dalam diri kita (red: saya) akan biasa saja. Beda jika sedang bad mood perkataan yang sebenarnya biasa saja akan dapat menjadi masalah yang melebar kemana-mana. Sang Pemimpi ( bukan bunga tidur) juga harus mempunyai mental baja karena pada proses menuju sukses itu, sungguhlah berliku. Butuh tenaga ekstra untuk menghadapi segala ketakutan yang akan menyapa di masa depan.

Faktor terbesar adalah diri sendiri, terkadang terlalu sibuk membandingkan diri sendiri dengan orang-orang yang sudah lebih dahulu sukses dibidangnya. Ritme semangat yang seolah sering berubah mengikuti mood yang ada. Belum lagi diikuti oleh temannya siapa lagi jika bukan kemalasan yang kerap singgah. Terbuai dan terbuai sehingga kadang lupa kemalasan sudah menggerogoti diri ini. Perlu perlawanan yang serius untuk mengembalikan asa tak tumpul akhirnya mimpi itu hanya akan terkubur. Kedua factor ini seperti cerita lama yang selalu berulang lagi dan lagi. Sungguh tak bosan-bosannya mereka berusaha untuk selalu meredup semangat akan Mimpi kebaikan itu, perlahan akan sirna.

Apakah cukup hanya berbekal mimpi, tentu saja tidak butuh turunan dari barisan mimpi yang siap untuk direalisasikan. Kadang sebagaian orang menggapai mimpi mereka didengan waktu yang singkat, akan tetapi ada juga segelintir orang yang butuh waktu yang lama hingga pada akhirnya dapat menggapai mimpinya. Sekarang pertanyaannya sudah sejauh mana kamu iya kamu memperjuangkan mimpi mu, misalnya Naskah kapan selesainya, kalo hanya menunggu mood baik dan dianggurkan saja.

Study Kasus

2016, tahun pada pertengahan ini pertama kalinya menulis naskah dan dengan semangat 1945 yang masih sangat membara. Bertekad benar – benar menjunjung tinggi komitmen yang sudah dibuat dengan segala ara yang menerpa. Pada akhir penghujung 2016 belum juga usai.

2017, Sudah memasuki tahun yang baru masih saja berkutat dengan naskah yang tak kunjung selesai. Melanjutkan menulis tentu saja, namun masalah yang dihadapi mulai banyak dari tidak lagi begitu displin menulis, malas yang sudah mulai menggerogoti, dan banyak sekali alasan-alasan lainnya yang kadang dijadikan kambing hitam hanya untuk alasan tidak sempatlah, sibuklah dan alasan lainnya. Ketika strong why mulai tidak terlihat lagi rasa –rasanya semangat ,menulis hampir pudar. Pada akhir memasuki penghujung 2017 Semangat untuk menulis baru mulai terlihat kembali. Lalu naskah apa kabar? belum juga kelar.

2018, Sudah memasuki tahun ketika sejak menulis naskah kala itu, tapi naskah yang sudah digarap seperti antara ada dan tiada. Ternyata memulai kembali untuk terus memupuk semangat menulis teramat butuh perjuangan yang luar biasa terlebih kemalasan yang terus menggema, sehingga terbiasa untuk selalu menunda menulis. Lalu naskah masih terbengkalai ponakan sudah lahir masih juga ribet ama diri sendiri NASKAH, NASKAH, NASKAH kapan SELESAI!.

Coba tengoklah sebentar teman-teman mu yang sudah banyak solo bukunya terbit pasti mereka menerapkan disiplin yang luar biasa sehingga akhirnya problematika yang mereka hadapi tetap bisa beriringan dengan Strong Why untuk segera menyelesaikan Naskah. Memasuki pertengahan tahun ini, walaupun sudah masih agak lama untuk menuju akhir tahun, tetapi hal itu bukanlah untuk dijadikan alasan yang kuat untuk selalu menunda.

Orang lain hanya dapat memberi dorongan semangat dari luar tetapi sesungguhnya keinginan dari dalam diri sendirilah yang paling berperan untuk tetap konsisten dalam membangun attitude yang baik. Lelah pasti, itu adalah hal yang tak perlu ditanyakan. Masalah apalagi tentu saja setiap orang akan mengalaminya namanya juga kehidupan.

Lalu kemana semangat yang menggebu-gebu itu, apa hanya ucapan tanpa ada realita. Tentu saja sudah sangat terlalu lama, walaupun belum terlambat untuk terus memperjuangkan Naskah yang bisa diselesaikan sebelum kahir tahun ini. Bagaimanapun naskah yang baik adalah naskah yang selesai bukan sekedar ada lalu tenggelam selamanya.

Pupuk lagi semangat yang mengendur akar semakin mengokoh dan terus berjuang untuk menulis dengan sepenuh hati, bukan sekedar pelarian atau keisengan saja. Beberapa bulan tersisa mari berjuang bersama naskahmu untuk selesai setidaknya sebelum akhir penghujung tahun menyapa. Proses yang dibutuhkan memang sedikit lama. Masuk dengan kegiguhan disertai kesabaran InsyaAllah atas ridha-Nya Buku solo saya segera terbit. Bismillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.