Dia, doa dan dia

#OWOP2 #WifiBogor

Permulaan

Roda kehidupan yang terus berputar seolah tiada henti menciptakan tiap episode baru. Memasuki tiap episode dengan konflik-konflik baru dan menegangkan. Tentu saja membutuhkan penyelesain yang berbeda setiap ceritanya. Hidup tidak terlepas dari hitam dan putih. Saat kelam menyapa akan ada banyak cahaya menanti. Apakah cahaya itu akan langsung didapat tanpa adanya usaha yang menyertainya.
Tentu saja tidak ada yang instan, seketika akan langsung terjadi. Bahkan mie instan saja ada proses masak-memask dahulu baru dapat dinikmati. Masalah demi masalah akan selalu datang dan menyapa dengan senang hati tanpa diminta sekalipun. Seringkali masalah ini disebut sebagai sebagai sesuatu yang menyedihkan atau sebuah kesengsaraan. Jika keegoan yang didahulukan maka sebuah ujian yang datang bertubi-tubi bagai badai yang tiada henti.
Terlalu sibuk mengurusi hidup orang lain akan membuat diri semakin sulit. Justru akan mempersulit hidup diri sendiri. Pada dasarnya standard hidup setiap insane yang yang di dunia ini berbeda-beda. Kesanggupan dalam menanggunug beban antara satu dan lainnya sangat berbeda. Sebab keadilan bukan berarti harus sama rata.
Terkadang segelintir orang yang terus-menerus dalam kelimpahan harta, sesekali ingin merasakan bagaimana rasanya bersusah payah mendapatkan uang atau sekadar bagaimana rasanya berjuang jika tidak punya uang sepeserpun. Sungguh aneh memang aneh kadang seperti terbalik saja. Hal ini dapat disebabkan oleh rasa syukur yang kurang dan sibuk memikirkan apa yang tidak ada padanya.
Selama kehidupann berlangsung maka selama itu juga masalah akan selalu menyapa . Bertegur sapa dengan masalah merupakan keunikan tersendiri. Kadang kala menjadi sesuatu yang sangat luar biasa apabila menghapadi dengan penuh makna dan menikmati setiap prosesnya sampai terselesaikan. Namun disamping itu bias juga menjadi bumerang yang sangat membahayakan dan berisiko bagi diri sendiri.
Kesedihan kadang kala membuat kegundahan yang tiada terkira bagi pemilik masalah. Seperti kekhawatiran yang tersirat ataupun tersurat dan mengubah dengan mudah suasana hati yang tak karuan. Emosi yang cepat berubah-ubah bukan berarti harus meledak-ledak. Suasana yang genting seperti itu harus dapat mengatur emosi dengan baik. Apakah semua ini mudah? Tentu saja tidak, hal seperti ini sulit maka perlu untuk diusahakan dengan maksimal.
Pepatah arab yang sangat terkenal, “Lihatlah apa yang dia sampaikan tetapi jangan melihat siapa yang berbicara.” Konteks yang disampaikan sangat indah dan mudah. Walaupun sesungguhnya realisasi secara langsung sangat sulit dan butuh perjuangan yang tidak sebentar. Dituntut sebuah konsisten diri yang stabil dan maksimal. Sejatinya dalam usaha yang dilakukan ini kadang kala lelah hadir, maka beristirahatlah. Jangan sampai merasa lelah yang tiada akhir ini, hingga terbesit ingin menyerah. Maka perlu jeda untuk sekedar melepas lelah. Sebab kosisten yang terjaga akan menciptakan tingkat kejenuhan yang akut bial tidak disikapi denga baik.
Jodoh kata yang dapat meramaikan suasana bagaimana pun keadaannya. Penyulut kobaran semangat dikala letih mulai ada. Perbincangan online maupun offline selalu saja ada alasan untuk memperpanjang topik ini menjadi pembahasan yang seolah tiada titik. Terlebih bila kata JODOH ini dibicarakan oleh mereraka yang biasa disebut JOMBLO. Sebagain beranggapan kata Jomblo seperti semacam penyakit yang layak disembuhkan sampai keakar-akarnya
Definisi bahagia yang selama ini ada dimasyarakat hanya berpusat pada kebendaan dan bersifat materi. Dikatakan bahagia hanya karena dapat mencapai harta atau jabatan tertentu menurut kaca mata manusia. Sehingga melupakan bahwasannya bahagia itu terletak dihati setiap insan yang ada. Lalu bagaimana membuat rasa bahagia didalam hati kiaan hari kian menetap. Tentu saja disini selain ikhtiar yang dilakukan ada juga campur tangan Allah dalam memberi rasa Tenang yang menyeruak dihati.
Bahagia lebih tepatnya memiliki definisi yang berbeda-beda, tidak melulu berpusat pada harta dan tahta semata. Ketika sejak dini ditanamkan bahwa bahagaia akan dapat dicapai bila bergemilang harta dan tahta. Maka jangan salahkan anak –anak itu kelak jika kemudian hari hanya membalas jasa orang tua mereka dengan memberi uang, uang dan uang. Sulit merasakan kasih syang seorang anak mengingat sudah memasuki waktu senja. Para anak juga belajar dan mengaplikasikannya seperti apa yang mereka lihat dan dirasa.
Beberapa insane pernah berkata,” Bukankah kelahiran seorang anak itu berurutan, lalu mengapa antara satu dan yang lain tidak dapat bersabar untuk menunggu giliran pernikahan tiba sesuai urutan lahir”.
“Benar adanya apa yang dinyatakan tersbut, setiap manusia punya rencana yang apik dan terencana, tapi bukanka perlu diingat bahwa sejati kematian tidak pernah berkompromi dan menunggu urutan sesuai kelahiran”.
Tetntu saja tidak karena jodoh, rezeki dan maut adalah sebuah rahasia Ilahi. Tiga hal tersebut ada satu kepastian yang tak akan terelakkan yaitu kematian. Sebelum akhirnya memutuskan diri untuk mempersiapkan secara lahir batin, maka ingatlah, sangat perlu untuk memikirkan laporan pertanggung jawaban apa yang akan disampaikan pada Allah sang Pemilik seluruh jagat raya.
Keresahan seperti ladang pahala, tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku sebelumnya. Ladang pahala sama saja memberikan arti banyak pelajaran yang akan didapat, seperti selalu sangka baik dengan Allah. Tentu saja sekedar berkata jauh lebih mudah daripada berada dalam posisi tersebut.
Pernikahan adalah hal sering dibicarakan sepanjang tahun 2017 terutama ini menjadi bahasan yang sangat menarik dikeluargaku, karena pertengahan tahun ini akan sangat membuat perbincangan kami menjadi banyak pembahasannya. Maklum saja karena dalam keluarga kecil kami memiliki umur yang tidak terlalu jauh. Tentu saja akan tumbuh dan berkembang secara bersamaan.
Mengingat keluarga kami yang sudah 3 anak dari lulus kuliah dan tidak bersekolah lagi. Bapak pun tak henti-hentinya bertanya kapan anak-anaknya akan segera menikah. Pertanyaan ini terlontar selalu karena baba seperti tidak melihat tanda-tanda bahwa anaknya akan ada yang menikah. Pernikahan adalah yang paling diminati untuk dibicarakan dalam lini masa kehidupan setelah tidak lagi berkutat dengan duni pendidikan secara formal khususnya para jomblo. Suasana yang tadinya terlihat canggung akan terasa ramai ketika topic Jodoh terlontarkan.
Menikah bukanlah satu-satunya cara untuk bahagia secara hakiki. Pada nyata masih ada banyak masyarakat yang Jomblo dan sudah sendiri (Janda / Duda). Apakah itu mereka memutuskan untuk bercerai atau terpisakan oleh maut. Masing- masing mempunyai kebahagiannya sendiri sesuai porsi yang dibutuhkan. Tidak ada yang berlebih dan tidak merasa kurang. Apalah daya kadar kebahagian terasa kurang dan sedikit kesulitan tersa menyesakan dada. Focus yang terlalu berlebihan dalam menanggapi masalah hanya akan larut dalam kesedihan yang tiada bertepi.
Standard tinggi yang ditetapkan oleh kebanyakan masyarakat kepada anaknya adalah salah satu momok yang masih tak terbantahkan bagi sebagian kalangan pemuda-pemudi. Belum lagi masing-masing suku yang ada di Indonesia sepertinya tercipta bukan untuk memudahkan kehidupan generasi selanjutnya terlebih dibidang pernikahan. Dengan segala syarat dan ketentuan yang berlaku katanya sesuai adat saja. Terkadang adat ini masih menjadi hal yan menakutkan untuk muda mudi hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Sehingga mereka lebih bangga jika anak-anak meraka berpacaran.
Berani hakiki itu bukanlah bangga melanggar larangan Sang Pencipta seperti berpacaran. Dosa yang dilakukan seperti merasa tidak berdosa adalah hal yang paling sangat berbahaya, karena tak ada rumah sakit khusus yang bisa mendeteksi secara nyata seperti penyakit dalam yang dialami sebagian orang. Penyakit hati yang tak tercium baunya ini yang akan melenakan untuk berbuat lagi dan lagi pada dosa yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.