My First Sight about English Village, Pare-Kediri

Pare yang biasa dikenal dengan Kampung Inggris (English Village). Perkampungan yang sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia sebagai wadah tempat belajar bahasa Asing khususnya Inggris yang paling diminati. Baik usia muda maupun tua sudah banyak yang pergi kesana agar fasih dalam bertutur kata English. Selain itu di Pare, Kediri- Jawa Timur menjamurnya perkampungan untuk belajar bahasa Inggris dengan konsep pembelajaran Non formal tetapi bersahabat.

Sebelum saya akhirnya memutuskan untuk belajar di Pare, pastinya saya melakukan googling terlebih dahulu. Mulai mencari dan mengumpulkan informasi banyak dan akhirnya dipilah-pilah mana yang cocok dan mana yang tidak. Bertanya juga kepada beberapa teman yang lebih dulu pernah kesana. Informasi yang memadai akan sangat membantu untuk dapat menentukan dimana akhirnya akan kursus.

Ketika berimaginasi tentang Pare yang ada dipikiran saya, semua orang berbicara bahasa inggris dengan fasihnya. Baik Pembelajar, Pedagang, Penduduk Asli dan semua yang tinggal disana itu are spoken English. But in fact, the first time I arrived there that I see only people who be serious learner are spoken English and opposited. Semua yang tinggal di Pare menggunakan Bahasa Inggris hanya sebuah MITOS belaka. That really unexpected

Pare adalah sebuah kecamatan yang disulap menjadi tempat pembelajaran bahasa inggris yang paling diminati dan sebagian besar berkonsep seperti rumah-rumah pada umumnya yang berada di pedesaan. Jumlah tempat kursus disana berkisar 230 kursusan. Setiap tempat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Pare ada baiknya jika kita tahu bagaimana sejarah sehingga Pare terkenal dengan English Village.

Jika datang ke Pare dengan ekspektasi yang tinggi tanpa diimbangi dengan usaha nyata yang sepadan kemungkinan untuk bisa fluency in English kemungkinan yang hanya menjadi angan-angan belaka. Progress yang dimiliki masing-masing individu yang ada disana berbeda jadi jangan pernah untuk membandingkan diri sendiri dengan mereka yang sudah lebih dulu memumpuni dengan usaha yang mereka jalankan.

Pada akhirnya, temukan terlebih dahulu “something X” yang benar-benar membuat dirimu tertarik “ why i should study English?”. Jika tak ada rasa penasaran yang timbulkan oleh learner. Maka progress yang akan dialami tidak dapat secepat THE FLASH. Jangan pernah memulai untuk belajar dari hal yang paling sulit, sebab itu semua secara perlahan akan melunturkan semangat belajar secara berangsur-angsur. Berdampak pada kemalasan yang lambat laun akan menyapa dengan segera. Jenis penyakit ini cukup sulit terdeteksi, namun apila sudah terjangkit cukup sulit pemulihannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.