{"id":28,"date":"2023-10-11T07:17:41","date_gmt":"2023-10-11T06:17:41","guid":{"rendered":"https:\/\/putririzkih.com\/?p=28"},"modified":"2023-10-12T14:49:31","modified_gmt":"2023-10-12T13:49:31","slug":"meninggalkan-maksiat-memperoleh-keberkahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/2023\/10\/11\/meninggalkan-maksiat-memperoleh-keberkahan\/","title":{"rendered":"Meninggalkan Maksiat, Memperoleh Keberkahan"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada era generasi tabiin, ada seorang syekh alim di Damaskus, Syam (Suriah). Sehari-hari, fakih ini mengajar di masjid setempat, at-Taubah. Reputasinya amat masyhur. Banyaklah anak muda yang menjadi muridnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu hari, datanglah seorang remaja ke at-Taubah. Jauh-jauh datang ke Damaskus, niatnya memang untuk menuntut ilmu-ilmu agama. Di kota ini, tidak ada satu pun sanakfamili atau kenalannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesudah hadirin majelis Masjid at-Taubah bubar, pemuda tadi meminta izin untuk bertemu sang syekh. &#8220;Wahai, Imam. Saya pemuda miskin yang datang jauh-jauh dari luar kota ini (Damaskus). Saya kemari hanya ingin berguru kepada engkau,&#8221; katanya membuka pembicaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Karena itu,&#8221; lanjut dia, &#8220;apakah engkau mengizinkan saya tinggal di masjid ini, dan makan serta minum dengan apa-apa yang engkau punyai?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Singkat cerita, syekh tersebut setuju. Maka pemuda ini pun tinggal menumpang dengan gurunya itu. <\/p>\n\n\n\n<p>Baca selengkapnya di : <a href=\"https:\/\/www.republika.id\/posts\/46459\/meninggalkan-maksiat-memperoleh-keberkahan\" rel=\"nofollow\" title=\"\">Meninggalkan Maksiat, Memperoleh Keberkahan (republika.id)<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : Republika.com <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada era generasi tabiin, ada seorang syekh alim di Damaskus, Syam (Suriah). Sehari-hari, fakih ini mengajar di masjid setempat, at-Taubah. Reputasinya amat masyhur. Banyaklah anak &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[32,31,26,33],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28"}],"collection":[{"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65,"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions\/65"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/putririzkih.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}