Sedekah Barang Tak Terpakai Bersama IDC

Intermezzo

Barang banyak tidak terpakai bingung mau ditaro dimana?, sedangkan space ruangan (rumah, kosan, atau kontrakan) gak terlalu gede. Selain mengurangi estetika, tumpukan barang yang banyak cukup untuk mengundang debu-debu berdatangan. Ditinjau dari segi fungsi masih layak untuk dimanfaatkan, tapi ya itu ada lecet sedikit mau dijual harga turun banget. Belum lagi kalo barangnya ukuran besar nambah kerjaan banget buat diri sendiri, harus diapakan benda-benda ini?.

Penggiat minimalism sudah banyak ditemui ditambah dengan campaign zero waste dan #saveyourearth. Meningkatnya kepedulian masyarakat akan kelestarian alam atau lingkungan pertanda baik untuk tetap menghijaukan bumi. Pertumbuhan manusia yang semakin bertambah dan bertambah memaksa sebagian lahan hijau untuk dialih fungsikan sebagai tempat tinggal dan bahan baku utama untuk memenuhi kebutuhan manusia. Para penggiat ini juga mengedukasi  masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam menggunakan apapun yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.  Bagaimanapun, bumi ini perlu dijaga secara bersama kelestariannya tentunya perlu waktu dan kerja sama berbagai elemen.

Eits, nanti dulu jangan sampai campaign yang mulia ini disisipin oleh tujuan komersil. Misalnya demi mendongkrak produk penjualan jatohnya malah mengajak masyarakat menjadi konsumtif. Tren zero waste sungguh bagus untuk terus digaungkan tapi bukan sekedar  ikut-ikutan tanpa tau esensinya. Justru akan jadi masalah baru jika penjualan produk-produk hanya memanfaatkan “#zerowaste” ( hanya permainan kata tentang campaign ini ) dengan misi penjualan yang masif. Minim kesadaran yang akan berujung di tempat sampah juga. Hanya akan menambah daftar panjang pekerjaan yang belum selesai.

Kesadaran untuk merawat bumi juga ditandai dengan banyaknya komunitas yang menampung sampah-sampah non-organik yang sulit melebur dengan bumi. Mulai dari sampah elektronik, sampah plastik, unless clothing, buku-buku, bahkan pospak pun ada (mungkin kalian lebih tau kategori sampah lainnya, bolehlah diinfokan ).

Beneran Semua Bisa Disumbangin?

Ini bukan mau bahas komunitas-komunitas tersebut, tapi eh tapi awal Desember 2019 kemarin Yayasan IDC (Info Dakwah Center) yang berkantor pusat di Bekasi, Dia punya gebrakan baru (bilang aja put baru tau, lol). Yap bener banget IDC ini menerima semua jenis barang-barang yang mau disumbangkan. Apapun itu dari baju, buku, kasur, lemari, sofa, koper, tas, barang lainnya yang nganggur (udah beli eh malah useless), Dirumah ada beberapa barang yang gak terpakai karena ada beberapa bagian yang rusak jadi kurang estetika, mau dijual kok harganya murah banget, mau dihibahin ke orang bingung mau ke siapa. Belum lagi kalo barang yang ukurannya rada gede (lemari, kasur, sofa dan sejenisnya) bingungkan kalo mau dibawa-bawa sendiri pasti butuh bantuan.

Kepo dong, Caranya Gimana?

Kepo ajalah ya biar panjang tulisannya (maksa keun) let’s chek it out. Tenang IDC ini menyediakan layanan jemput barang yang akan disumbangkan. Diposternya itu udah tertera contact personnya .

  1. sebelum buat appointment sama mereka kita (penyumbang) untuk contact langsung penanggung jawabnya via WA. Seperti biasa salam, perkenalan diri seperlunya aja (secara mereka belum kenal dengan kalian) dan sampaikan keperluannya apa.
  2. Tahapan selanjutnya tinggal tunggu respon dari adminnya. Nanti bakal diarahin tahapan apa aja yang harus dilakukan tidak lupa pula barang yang akan didonasikan itu difotoin semuanya.  
  3. Nanti kalo data kita beserta barang yang udah masuk ke data base mereka dan mereka selesai buat verifikasi donator bakal dihubungi kembali oleh mereka (ini memakan waktu sedikit lama).
  4. Well done, kalo semua udah ok, mereka bakal kasih contact petugas lapangan yang bakal jemput barang yang akan didonasikan. (biasanya mereka penjemputan di weekend karena sekalian untuk jemput donasi lainnya dari para donator.)
  5. Then tunggu dan sabar karena kadang keadaan di lapangan itu banyak unpredicted condition. Base on, my experience kemarin itu Alhamdulillah mundur sepekan karena waktunya tim IDC dan saya gak begitu memungkinkan untuk pick up barangnya pertengahan Desember 2019.

Setalah ditunggu-tunggu selama sepekan Alhamdulillah tim lapangan dari IDC udah bisa pick up barangnya. Goob job buat mereka karena nyari alamatnya gak pake nyasar. Ketika mereka konfirmasi lagi ternyata mereka udah sampai ditempat (ekpektasi saya mereka bakal nyasar, tapi Alhamdulillah tidak). Mereka dateng bertiga pakai mobil pickup, walaupun donasi barang yang mereka pick up gak terlalu banyak, inshaAllah mereka kerjanya profesional. Btw, saya kenal IDC ini dari awal tahun 2015 dan mudah-mudah Allah selalu jaga yayasan dan orang-orang didalamnya ini tetep amanah untuk menyalurkan kepada yang berhak. Bakal dapet tanda terima

doc. Pribadi tanda terima dari IDC

Conclusion

Jadi buat kalian yang mager buat packing barang karena harus dikirim lewat ekpedisi. Kalian boleh banget coba untuk donasi di IDC donasi tanpa ribet. Kabar baiknya untuk pick up  barang donasi sendiri mereka baru bisa direct pick up di daerah JABODETABEK dan Solo. Diluar dari daerah itu kalo mau kirim ke IDC masih tetep bisa, tapi pakai jasa ekspedisi. Mereka juga terima donasi dalam bentuk uang, untuk barang-barang yang ada kerusakan mereka punya tim teknisinya sendiri. Jadi barang-barang yang akan disalurkan tetap dalam kondisi yang bagus. Gimana tertarik untuk ambil bagian donatur di IDC, karena cukup gunakan barang-barang yang spark joy dan gunakanlah secara bijak sesuai kebutuhan bukan sekedar keinginan.

Gerakan untuk mendonasikan barang yang sudah tidak terpakai lagi agar tidak berakhir begitu saja di TPA. Komunitas atau wadah yang menjembatani untuk menyalurkan terhadap orang-orang yang membutuhkan. IDC hanya salah satu wadah dan jika kalian punya opsi lain silakan saja. Semoga mereka yang berkecimpung ini bisa bersinergi supaya bisa membantu orang-orang yang membutuhkan dengan jangkaun yang lebih luas lagi.

Sekarang langkah kamu Put, untuk peduli sama sampah kamu sendiri. Mulai kalo makan jangan sampe sisa semuanya (cukup ambil yang sanggup dimakan). Minimalisir sampah yang kamu hasilkan sendiri ya.

Tetep jaga stabilitas bumi untuk kehidupan manusia selanjutnya. Apa yang dilakukan hari ini akan sangat berdampak di masa yang akan datang.