Serunya Ikut Writing Onilne Class dengan Media Berkarya (KMMDK)

Teknologi makin canggih,  metode pembelajaran udah banyak yang menerapkan teknologi didalamnya. Belajar tidak melulu tatap muka lagi dan bertemu secara langsung. Kabar baiknya, sudah banyak banget kursusan yang berbasis online tersedia di era ini. Jarak bukan lagi alasan atau hambatan untuk menuntut ilmu. Butuh niat dan kesungguhan untuk mengikuti kelasnya dan bersungguh-sungguh dalam belajar.

Modal jari, smartphone atau laptop udah fleksibel untuk mengikuti berbagai macam kursus. Mulai dari yang gratisan sampai yang berbayar atau mahal sekalian semua tersedia. Tinggal individunya aja kebutuhannya mau kursus apa. Sejak 2017, mulai familiar dengan berbagai kursusan online terutama di bidang kepenulisan. Karena sekolah khusus tentang kepenulisan belum ada dan belum lazim juga di Indonesia (khususnya sekolah formal). Geliat Kelas Menulis Online (KMO) berkembang pesat berbanding lurus dengan peminatnya yang banyak. Dari awal ketemu peserta yang itu-itu aja dan sampai saat ini, dari berbagai KMO yang udah pernah diikuti semakin banyak peserta yang ikut  bahkan alumninya sudah tersebar dimana-mana.

Kelas Menulis Media Berkarya a.k.a KMMDK, ini bukan kelas yang pertama kali saya ikuti, tetapi sampai sekarang hanya kelas ini yang masih tetep jaga komunikasi sama co-foundernya Livia Oktora.  Jujur kalo sama Foundernya sendiri belum pernah komunikasi secara langsung. Walau kami hanya berteman secara maya, bundo (begitu biasa saya memanggilnya) tetep inget dengan saya. Ternyata pertama kali chat bunda via what’sapps itu kita sebelumnya udah pernah beberapa kali sekelas online di beberapa KMO yang ada saat itu. Saya yang tipenya hanya pantau GWA  dan mengerjakan tugas aja, jarang bersuara digrup, jadi rada kurang ngeh sesame anggota yang udah pernah ikut kelas bareng.

Join KMMDK.2 itu kelas benaran baru seumur jagung, namanya juga newbie KMO masih banyak trial and error seiring berjalannya kelas. Narasumber tetap kala itu masih mba Tia Setiawati dan kadang juga ada narasumber tamu yang diundang oleh KMMDK. Nah apa aja yang bikin beda dari KMO yang pernah saya ikutin :

  1. Pemateri yang diundang itu beda-beda, tapi terkadang ada yang pemateri yang sama diangkatan yang berbeda. Biasa kalo pematerinya sama tapi materi yang disampaikan akan ada perbedaan dari angkatan sebelumnya, dan Pemateri sejalan dengan visi dan misi KMMDK. Karena kalo beda value dengan mereka akan berlaku Cukup Sekali Aja Jadi Pemateri.
  2. Pemateri juga sudah memiliki track record yang sudah tak diragukan lagi di dunia kepenulisan. Biasa para sepuh dibidang literasi dan mereka tidak terlalu familiar kecuali dikalangan kepenulisan.

Kedua hal itu yang paling mambuat KMMDK itu beda dari beberapa kelas menulis online yang saya pernah ikuti. Regulasi setiap kelas menulis online pada umumnya sama, seperti KMO pada umumnya. Penasaran sama kelas ini karena ternyata beberapa orang yang ikut kelas ini dari salah satu kelas menulis yang pernah kami ikuti bersama ditempat yang salah. Karena kelasnya rada mahal dan apa yang diperoleh gak sesuai ekpektasi.

Akhir – akhir ini banyak liat wa story nya bundo ada beberapa pertanyaan yang gemes banget, misalnya:

“Kalo ikut kelas ini kira-kira bakal dapet apa aja ya?”

“setelah selesai ikut kelas , beneran bakal jadi penulis ya?”

“dengan uang pendaftaraan segitu beneran worth it untuk ikut kelas ini?”

Segelintir pertanyaan yang ini cukup mewakili mereka yang ragu-ragu untuk join kelas KMMDK.

Ikut kelas udah jelasnya dapet materi-materi tentang kepenulisan, dapet temen baru dan nambah WAG di HP kalian ( kalo saya cukuplah jadi silent reader aja).

Bakalan jadi penulis atau tidak itu tergantung effort peserta itu masing-masing. dari beberapa teman ada yang udah nerbitin bukunya sendirii secara self publishing, ada juga yang buat antalogi . Wadah ini sendiri ada yang udah dilamar sama penerbit mayor (mau dong saya dilamar juga LOL). Semua itu gak pernah terlepas dari usaha keras yang mereka sudah lakukan. Sudah barang tak mungkin diem-diem aja terus jadi buku, ini jelas namanya mimpi.

Worth it atau tidak ini kelas tergantung kebutuhan kamu sendiri dan motivasi dalam dunia kepenulisan ini. Kalo saya jelas karena memang dunia kepenulisan baru saya kenal kala itu jadi masih semangat dan sadar juga ilmunya dikit. Waktu-waktu tertentu terkadang bunda suka iseng berbagi materi di WAG exmember. Itu keuntungan yang patut dipertahankan. You know what ternyata beberapa materi yang tiap bulannya beda angkatan beda juga dong materinya.

Jangan pernah ragu deh buat ikutan kelasnya media berkarya kepoin aja akun-akun instagram terkait jadi tau ini kelas cocok apa tidak untuk kamu sebagai peserta ikut kelas ini. Well, ini tergantung kebutuhan kamu apa sebagai peserta.

Kelas media berkarya berlangsung selama 4 minggu dan setiap minggu ada writing challenge yang harus di post di Instagram setiap minggu, tenang kelas ini diakhir gak ada kok challenge khusus buat kasih review yang bagus-bagusnya aja. Jadi tidak usah khawatir semua challenge itu sangat berguna untuk improve tulisan setiap peserta.

“Kenapa harus posting di Instagram?”, Selain biar dibaca pihak-pihak terkait dari Media Berkarya. Publikasi umum sangat berguna untuk menumbuhkan keberanian untuk dikritisi oleh netizen yang membaca. Gimana mau tau itu tulisan bagus atau jelek kalo dikekepin aja di laptop ampe berdebu.

Awalnya rada males saya mau posting di IG, nah denger petuah si bundo kalo gak diposting ya gimana ada yang mau baca!. Kita memang gak bisa paksa semua orang untuk suka karya kita. Tetapi setidaknya kita bisa belajar dari setiap kesalahan tulisan yang kita buat. Pada akhirnya, setiap tulisan akan menemui pembacanya sendiri. Nah untuk sampai dititik itu butuh banget doa, usaha, kerja keras yang tidak sebentar.

Apa kabar tulisan kamu sekarang put, “Alhamdulillah sedikit lebih baik, dan masih banget perlu dibenahi.”

Tidak kalah penting juga bahwa ini kelas menulis ini sebagai wadah untuk  menunjang kebutuhan menulis itu sendiri. Sama halnya kayak sekolah formal  gak mungkin semua muridnya bakal jadi pemimpin disatu waktu yang sama. Karena setiap orang punya waktu yang tepatnya sendiri.

Sudah siapkah kamu untuk ikut kelas ini, mohon maaf kelas ini bukan sekedar butuh niat tapi juga perlu biaya. Berapa dong biaya yang harus dikeluarkan sampe angkatan 21 kemarin masih Rp.125.000,00 (alumni) dan Rp. 150.000,00 ( new participant ). Harga updated sampai hari ini harga sudah naik (kayak iklan apartemen ya, hari senin harga naik ), menjadi Rp. 150.000,00 (alumni) dan Rp. 198.000,00 (new participant). Bukan iklan kalo ada yang kepo sama kelas ini dan bingung mau tanya harga tapi malu.

Siap untuk ambil bagian dari kelas ini, tata caranya bisa dilihat disini.Keep writing and you will know the world!