Meninggalkan Maksiat, Memperoleh Keberkahan

Pada era generasi tabiin, ada seorang syekh alim di Damaskus, Syam (Suriah). Sehari-hari, fakih ini mengajar di masjid setempat, at-Taubah. Reputasinya amat masyhur. Banyaklah anak muda yang menjadi muridnya.

Suatu hari, datanglah seorang remaja ke at-Taubah. Jauh-jauh datang ke Damaskus, niatnya memang untuk menuntut ilmu-ilmu agama. Di kota ini, tidak ada satu pun sanakfamili atau kenalannya.

Sesudah hadirin majelis Masjid at-Taubah bubar, pemuda tadi meminta izin untuk bertemu sang syekh. “Wahai, Imam. Saya pemuda miskin yang datang jauh-jauh dari luar kota ini (Damaskus). Saya kemari hanya ingin berguru kepada engkau,” katanya membuka pembicaraan.

“Karena itu,” lanjut dia, “apakah engkau mengizinkan saya tinggal di masjid ini, dan makan serta minum dengan apa-apa yang engkau punyai?”

Singkat cerita, syekh tersebut setuju. Maka pemuda ini pun tinggal menumpang dengan gurunya itu.

Baca selengkapnya di : Meninggalkan Maksiat, Memperoleh Keberkahan (republika.id)

Sumber : Republika.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *